Mathematics Education '10

Mathematics Education '10

Sunday, February 17, 2013

Etnomatematika (Ethnomathematics)

Pertama kali mendengar kata Etnomatematika (Ethnomathematics), yang ada di benak saya adalah mata kuliah matematika yang membahas tentang matematika dalam segi sejarahnya, ternyata saya salah, menurut Prof. Dr. Marsigit, M.A, Etnomatematika adalah kajian matematika yang berkaitan dengan budaya, kontekstual dan realistik. Mendengar hal ini saya menjadi ingin mengkaji lebih dalam mengenai Etnomatematika. Tujuan Etnomatematika itu sendiri adalah mensinkronkan antara matematika dengan jaringan sistemik yang ada pada suatu kebudayaan, atau bisa disebut jaringan sosial. Prof. Dr. Marsigit, M.A pernah bertanya bahwa Etnomatematika ini sebenarnya dibutuhkan dalam matematika dalam bidang apa? Apakah matematika terapan, ilmu statistika, ilmu komputer, atau dalam dunia mengajar? Ternyata dalam dunia mengajar, Etnomatematika ini sangat dibutuhkan karena dengan belajar Etnomatematika akan terbentuk idealitas. Idealitas yaitu sifat bebas merdeka yang timbul dalam diri pribadi tanpa ada tekanan dari lingkungan.

Belakangan ini sering kita jumpai wacana tentang guru-guru kelas IX SMP/MTs maupun kelas XII SMA, SMK atau MA yang under pressure atau dibawah tekanan dari kementrian pendidikan dalam hal Ujian Nasional. Betapa tidak, guru-guru tersebut dipaksa agar anak didiknya lulus 100% dengan nilai yang baik. Hal ini menyababkan guru menjadi seolah-olah terkontrol oleh pihak atas untuk melakukan kewajibannya mengajar anak didiknya. Dengan kita belajar Etnomatematika, hal seperti itu tidak akan terjadi pada guru-guru di sekolah, dengan Etnomatematika juga kita akan menjadi guru yang memiliki idealitas, merdeka, tanpa tekanan, dll. Karena sifat dari Etnomatematika itu sendiri adalah fleksibel, luas dan lembut.

Masih banyak hal yang dapat diulas dalam mata kuliah Etnomatematika. Karena terdapat kata Etno (etnik) pada Etnomatematika dan Indonesia adalah negara yang memiliki berbagai macam suku bangsa dan etnik yang berbeda-beda, maka ilmu ini kajiannya cukup luas. Mulai dari kegiatan masyarakat sehari-hari di suatu desa tertentu, di pulau jawa misalnya, seperti memperingati seratus hari, seribu hari meninggalnya seseorang, kendurenan, pasaran (legi, pahing, pon, wage, dan kliwon) dalam kalender jawa, dan masih banyak lagi. Jadi dapat saya simpulkan bahwa Etnomatematika didefinisikan sebagai antropologi budaya dari matematika dan pendidikan matematika (cultural anthropology of mathematics and mathematics education).

No comments:

Post a Comment