Perkuliahan Filsafat Pendidikan Matematika yang diberikan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A pada tanggal 28 Oktober 2013 membahas tentang pemikiran para tokoh-tokoh filsafat dari jaman yunani kuno hingga modern. Inilah sedikit refleksi dari perkuliahannya:
Mengalirnya ide-ide filsafat dari jaman dahulu hingga sekarang tak luput dari peran tokoh-tokoh filsafat dari jaman Yunani kuno hingga jaman modern. Ide-ide ini berasal dari pemikiran setiap manusia yang bersifat normatif. Prof. Dr. Marsigit, M.A dalam perkuliahan pernah menerangkan bahwa tingkatan dari yang terendah hingga yang tertinggi yaitu material (bahan), formal (bentuk tulisan), normatif (keilmuan), dan spiritual (doa). Filsafat dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian yang tetap dan bagian yang terbuka. Bagian yang tetap ini diperoleh dari pemikiran Permenides dan bagian yang tetap diperoleh dari pemikiran Heraklitos. Berbicara tentang hakekat (ontologi), pendekatan (epistemologi), dan nilai (aksiologi), munculah tokoh-tokoh lain selain Permenides dan Heraklitos, yaitu Plato dan Aristoteles. Plato ini sepakat dengan pemikiran Permenides yaitu filsafat bersifat tetap. Pemikiran Plato lebih condong kearah logikakarena logika bersifat tetap, dan Plato juga menganut paham idealism (idealism). Berbeda dengan Aristoteles, tokoh filsafat ini sepakat dengan pemikiran Heraklitos yakni filsafat bersifat berubah-ubah. Aristoteles lebih condong ke pengalaman, bukan kearah logika, karena pengalaman itu bersifat berubah-ubah tidak seperti logika yang bersifat tetap. Aristoteles ini menganut paham realism (realism).
Socrates juga merupakan tokoh filsafat dari Yunani, kemudian muncul lagi yaitu Descrates dan David Hume. Descrates setuju dengan aliran filsafat yang bersifat tetap, dan Descrates juga menganut paham rasionalisme (rasionalism). Pemikiran David Hume sama dengan pemikiran Heraklitos dan Aristoteles. David Hume menganut paham empirisme (empirism). Jadi semua tokoh ini memiliki daerahnya masing-masing, atau dengan kata lain mereka mempunyai pemikiran masing-masing namun berpegangan kepada salah satu filsafat yang bersifat tetap atau berubah-ubah. Kemudian terjadilah konflik besar di dunia filsafat akhirnya muncul satu tokoh yang dapat mendefinsikan ilmu dari segi filsafat, yaitu Immanuel Kant. Menurut Immanuel Kant, segala yang tetap itu bersifat analitik, analitik memiliki hukum identitas dimana A = A atau bisa disebut juga Apriori. Menurut beliau juga, segala yang berubah-ubah itu bersifat sintetik (menghasilkan sesuatu yang baru). Dimana sintetik itu memiliki hukum kontradiktif yaitu A ≠ A, sintetik ini bisa disebut juga Aposteriori. Menurut Immanuel Kant, ilmu haruslah apriori dan juga aposteriori, maka ilmu itu harus bersifat sintetik apriori. Orang-orang hingga saat ini masih melakukan sintetik apriori. Melakukan penelitian dengan cara melihat dan mengamati (sintetik), kemudian dipikirkan dan dianalisis (apriori). Hidup kita pun juga sintetik aprori.
Singkat cerita, muncullah Auguste Comte yang menolak filsafat. Pemikiran Auguste Comte ini merupakan pemikiran filsafat, beliau berfilsafat dengan menolak filsafat terdahulu dengan paham yang dianutnya yaitu paham positivifisme (positivism). Setelah memasuki jaman modern, untuk matematika munculah Hilbert yang membuat matematika formal, matematika aksiomatis, dan matematika murni (pure mathematics). Namun, pemikiran Hilbert ini dibantah oleh muridnya sendiri yaitu Godel. Godel berpendapat bahwa matematika itu konsisten tidak tunggal jika tidak lengkap. Pendapat Hilbert menunjukkan bahwa matematika itu konsisten dan lengkap. Kedua tokoh ini juga menganut aliran Permenides yaitu filsafat yang tetap. Sedangkan penganut filsafat yang berubah-ubah diteruskan ke jaman modern menjadi ilmu-ilmu humaniora contohnya yaitu ilmu agama, sosial, pendidikan, seni, dll. Pada jaman sekarang ini, telah dibuat kurikulum baru yaitu kurikulum 2013. Kurikulum 2013 ini mendapat penekanan dari kedua filsafat itu, dan artinya kemenangan diperoleh dari pihak Permenides. Dari sisi filsafat, paham Permenides ini telah menguasai segala macam medan pertempuran pendidikan termasuk P4TK Yogyakarta, karena kepala P4TK yaitu dari lulusan pure mathematics. Jika kita gambarkan, maka akan muncul peta yang jujur yaitu dalam bentuk Technological Fragmatis, Industrial Tinner, dan Konservatif. Tiga langkah ini masih ditambah dengan Public Educator dan Progressif. Maka jika kita lihat kesana, isi kurikulum 2013 ini semuanya adalah berdasarkan ketiga langkah ini. Semoga dengan adanya kurikulum 2013 ini dapat memajukan pendidikan di Indonesia.